Rabu, 26 November 2008

Makanan Penyehat Gigi

ANDA mungin tak pernah berpikir bahwa makanan yang Anda konsumsi akan mempengaruhi kesehatan gigi. Jika Anda berpikir bahwa hanya dengan menggosok gigi setiap hari dan berkumur semua sudah beres, Anda salah. Untuk melawan sakit gigi dan membunuh bakteri, beberapa jenis makanan memiliki peran penting.

Cranberri
Mineral yang terkandung dalam buah ini merupakan pelindung bagi gigi untuk memblok tinggalan noda yang dibuat oleh saus, kopi, anggur merah atau cola. Para ilmuwan di Universitas Rochester di New York menyatakan bahwa Cranberri juga dapat menghambat enzim-enzim yang dibutuhkan bakteri jahat untuk bisa hidup di gigi, juga mencegah timbulnya plak penyebab karang gigi. "Perlindungan ini berjalan efektif selama tiga hingga empat jam," ujar Marc Liechtung, DMD, P dari New York, bila Anda tidak menyikat gigi setelahnya. Minumlah air sekitar 240 ml atau satu gelas besar air jus cranberri sebelum makan saus tomat atau makanan yang mudah meninggalkan noda di gigi agar noda itu lenyap.

Wortel
Makanan kegemaran kelinci ini ternyata dapat meningkatkan produksi saliva yang pada akhirnya akan mencuci mulut, mengurangi germ dan bakteri. Menurut Georgiana Donadio, DC, PhD, ahli gizi dan pendiri National Institute of Whole Health, wortel juga bermanfaat mencegah bakteri yang menyerang gigi. Konsumsi wortel mini (baby carrot) setiap hari akan membantu gigi untuk membilas sisa-sisa makanan dan bakteri yang terjebak dalam gigi.

Limau, Jeruk Limun, dan Jeruk
Vitamin dosis tinggi yang terdapat dalam buah sitrus efektif membunuh bakteri yang terbentuk oleh gula, pecahan makanan dan plak yang tertinggal di gigi. Vitamin di dalam citrus juga mendukung fungsi kolagen yang sehat di dalam gusi dan mencegah munculnya sakit gigi. Tapi siapa yang meninginginkan jeruk sebagai snack? Tentu saja Anda bisa memerasnya dan minum segelas besar jus jeruk setiap hari agar gigi sehat.

Yogurt
"Saat ph dalam mulut di atas 5,5, meningkatnya asam bakal menyebabkan gigi mengalami demineralisasi. Proses ini bakal membuat gigi menjadi busuk," ucap seorang dokter gigi. Jimmy Wu, DDS dari San Diego, dokter gigi ini menyatakan, sesendok makan yogurt bakal segera mengembalikan kadar pH dalam mulut menjadi normal, yakni 7. Terlebih kandungan fosfat, kalsium dan kasein dalam yogurt akan membantu remineralisasi ini terjadi. Konsumsi yogurt yang tidak manis, rendah lemak merupakan cara terbaik memelihara gigi.

Buah Anggur
Para ilmuwan menemukan bahwa buah anggur meningkatkan kadar darah dan kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Dental Journal, mengungkap, konsumsi dua buah anggur sehari akan menyelamatkan gigi Anda dari perdarahan gusi. Apalagi kalau lebih dari dua buah. Segenggam misalnya.

Teh Hijau
Antioksidan katekin di dalam teh hijau mencegah terjadinya lubang gigi yang disebabkan oleh bakteri, serta mengurangi bau mulut. Akhiri makan dengan secangkir teh hijau untuk menyegarkan mulut Anda dan membantu ludah menghilangkan gula dan bakteri dalam mulut.

Sumber: www.anakku.net

Penting Diketahui Suami Saat Istri Hamil

1. Datanglah ke dokter atau bidan segera setelah ada dugaan istri Anda hamil. Periksakanlah kehamilannya secara teratur, dan lakukan apa uyang dinasehatkan dokter atau bidan.

2. Jika dalam kehamilan ditemukan tanda pendarahan, pembengkakkan kaki/tangan yang disertai gangguan penglihatan atau pusing, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

3. Hindari memakai obat sembarangan saat hamil dan menyusui. Setiap pemakaian obat harus ditanyakan pada dokter.

4. Perhatikan dan utamakan pemberian gizinya. Pemberian makanan harus dilakukan sedikit demi sedikit tetapi sering, agar keluhan perut kembung yang tidak enak dapat berkurang.

5. Untuk mencegah rasa mual pada pagi hari, sebelum bangun dari tidur, berikan ia sedikit makanan dan minumkanlah secangkir susu. Biarkan ia tiduran barang setengah jam lagi sebelum turun dari tempat tidur.

6. Selama hamil, rawat dan periksakan kesehatan giginya ke dokter gigi, karena rawan kerusakkan.

7. Gunakan pakaian yang longgar dan sepatu rendah, agar beban kaki dan tulang punggung tidak terlalu berat.

8. Jangan biarkan istri Anda menyendiri dan sedih. Temani berjalan-jalan setiap hari agar badannya terasa enak, lakukan gerak badan ringan dan senam untuk melancarkan proses persalinan.

9. Jaga kebersihan tubuhnya, terutama bagian payudara dan kemaluannya. Segera periksakan ke dokter kalau ada keluhan gatal-gatal, infeksi, maupun keputihan.

10. Kenali tanda-tanda akan melahirkan:
- Rasa mules/sakit perut yang periodik, dan semakin sering dengan intensitas yang makin terasa.
- Bila terdapat lendir bercampur darah.
- Bila terjadi pecah ketuban, segeralah berbaring.

Sumber: Selera

Selasa, 25 November 2008

Ayah pun Bisa Piawai Jadi "Ibu"


Kalau ibu mampu, kenapa Ayah tidak? Siapa tahu suami malah lebih terampil mengurus anak-anak. :-)

Banyak Ayah merasa tidak mampu merawat anak sebaik para Ibu. Alasan mereka macam-macam. Ibu yang melahirkan, jadi Ibulah yang yang lebih piawai mengasuh bayi. Atau, itu kan memang pekerjaan perempuan, wajar saja kalau Ibu lebih
terampil.

Memang benar, kaum Ibulah yang mengandung dan melahirkan. Tetapi tidak berarti hanya Ibulah yang terampil mengasuh anak. Kaum Ayah pun bisa sama piawainya dengan Ibu, asal diberi kesempatan untuk mencoba kemampuannya. Tentu saja tak lepas dari bantuan Anda, para Ibu.

1. Beri kesempatan
Karena bahagianya, para Ibu tak sengaja sering memonopoli si kecil dalam "pelukannya". Mulai dari menyusu, memandikan, menggantikan popok sampai menidurkan, semua dikerjakan sendiri. Kecenderungan seperti ini sebenarnya wajar saja, tapi konsekuensinya, tertutuplah kesempatan bagi sang Ayah untuk terlibat dalam pengasuhan anak.

Alangkah baiknya jika Anda memberi kesempatan pada suami untuk terlibat dalam pengasuhan anak. Misalnya mengajak si kecil bermain, membuatkan susu, atau mengganti popoknya. Semua itu adalah sara yang baik untuk mendekatkan hubungan mereka berdua, seperti halnya hubungan si kecil dengan Anda.

2. Kombinasikan tugas bersama
Pembagian peran yang kaku, ayah cari uang dan Ibu mengurusi anak, tidak lagi menjadi patokan pasangan muda. Orang tua ideal adalah orang tua yang membagi tugasnya secara fleksibel. Anda dan suami sebaiknya bisa berbagi peran secara seimbang. Namun, jangan terlalu cepat menuduh suami Anda seorang ayah yang tidak baik bila sekali waktu tak sempat memandikan si kecil, misalnya.

Bagaimanapun, proses penyesuaian dengan peran yang baru tersebut butuh waktu. Akan lebih bijaksana bila Anda mengembangkan sistem penawaran alternatif, "Bagaimana kalau saya yang memandikan Upik dan kau yang menidurkannya," misalnya. Ini akan jadi penawaran yang menantang, cukup adil dan bisa diterima Ayah.

3. Bantu seperlunya
Biarkan suami menentukan caranya sendiri untuk mengganti popok, meberi ayau memandikan bayi. Karena, naluri dan logika akan menuntunnya dalam menyelesaikan tugad dengan baik. Lagipula, keberhasilannya mengenakan popok si kecil (sekalipun kurang rapi) akan membuatnya bangga ketimbang sempurna tetapi Anda terlalu banyak turut campur.

4. Beri nasihat Positif Jika diminta, berikan nasihat yang
positif dan spesifik
Jangan hanya bisa mencela, "Bukan begitu caranya menggendong bayi!" Sebaiknya bersikaplah merangsang, "Kadang-kadang ia senang kalau saya meletakkanya tengkurap di atas pangkuan." Demikian juga dengan topik pembicaraan , sebaiknya jangan berpusat pada suami, tetapi lebih pada si kecil. Dari pada berkata, "Cara kamu terlalu kasar," lebih baik Anda berkata, "Barangkali ia masih terlalu kecil untuk dilempar-lempar ke udara seperti itu." Dengan begitu, suami Anda tidak merasa lagi-lagi berbuat salah, dan tetap merasa dihargai.

5. Berbagi pengetahuan tentang Anak
Suami Anda akan senang bila Anda mau meluangkan waktu untuk bertbagi pengalaman dan pengetahuan tentang Anak. Apa yang disukai dan tidak di sukai si kecil, bagaimana tingkah lakunya hari ini, dan sebagainya. Karena itu, sikap Anda yang menunjukkan minat dan antusiasme besar terhadap cerita suami adalah tindakan yang bijaksana.

6. Ajak ke dokter anak bersama
Mengetahui kondisi kesehatan anak secara langsung dari dokter adalah salah satu hal yang ingin diketahui ayah. Karena itu, mengajak suami ikut ke dokter anak merupakan langkah awal yang baik. Diharapkan, untuk selanjutnya ia tak segan-segan lagi membawa anak ke dokter tanpa Anda, dan semakin terbinalah hubungan baik di antara mereka. Dengan demikian pembagian tugas pun semakin fleksibel, karena tidak ada saling tergantung dalam mendidik dan merawat anak.

7. Berilah penghargaan
Hati-hati dalam memberi suami Anda penghargaan atas usahanya mengasuh anak. Artinya Anda harus mengendalikan diri agar pujian itu tidak berlebihan tetapi benar-benat tulus, karena dia memang berhak mendapat pujian tersebut. Pujian basa-basi hanya akan dirasakan sebagai ejekan, sehingga membuat suami Anda malah segan melakukan tugas mulia yang sedang ia bina.

Sumber: AyahBunda